๐Ÿ”ด BREAKING NEWS: AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

TEHERAN/WASHINGTON โ€” Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026) malam. Insiden ini menjadi bentrokan paling serius sejak gencatan senjata antara kedua negara mulai berlaku sebulan lalu.


Kronologi Insiden

Militer AS melalui Komando Pusat (CENTCOM) menuduh Iran lebih dulu menyerang tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang melintas menuju Teluk Oman. Sebaliknya, Iran mengeklaim serangan justru dipicu oleh aksi militer AS yang dianggap melanggar gencatan senjata rapuh antara kedua negara.

Iran menuduh Amerika Serikat menyerang dua kapal yang memasuki Selat Hormuz serta melancarkan serangan udara di wilayah Iran. Sebagai balasan, Teheran mengaku menyerang kapal-kapal militer AS di kawasan timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

Versi AS

CENTCOM menyebut Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal cepat ke arah tiga kapal perang AS. Militer AS mengaku berhasil menghancurkan ancaman tersebut dan membalas dengan menyerang fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab. Target serangan AS mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando, serta posisi pengawasan militer Iran di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas.

Versi Iran

Iran menuduh Washington lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan wilayah sipil. Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyatakan pasukan Teheran segera melancarkan serangan balasan terhadap kapal militer Amerika. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku menggunakan rudal balistik, rudal antikapal, dan drone peledak dalam operasi tersebut.


Reaksi Trump

Trump menulis di Truth Social bahwa tiga kapal perusak AS berhasil melewati Selat Hormuz di bawah tembakan musuh, namun tidak mengalami kerusakan, sementara pihak Iran diklaim mengalami kerugian besar. Meski begitu, Trump tetap menegaskan gencatan senjata masih berlaku dan menyebut insiden ini sebagai “hal kecil” yang masih terkendali.


Peringatan Iran kepada Kapal Internasional

Angkatan laut IRGC mengeluarkan peringatan kepada seluruh kapal internasional agar menjauhi kapal perang AS di Selat Hormuz. Melalui frekuensi radio darurat internasional VHF 16, terdengar pernyataan tegas bahwa Iran sewaktu-waktu siap memberikan “pelajaran” kepada kapal-kapal AS menggunakan rudal dan drone, serta meminta kapal lain menjaga jarak minimal 10 mil dari armada perang Amerika.


Latar Belakang: “Project Freedom” Picu Eskalasi

Ketegangan ini berakar dari peluncuran operasi “Project Freedom” oleh Trump pada 3 Mei 2026, yang bertujuan membuka akses bagi kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz akibat blokade Iran. Teheran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan langsung merespons dengan ancaman militer.

Situasi semakin rumit karena sejak perang pecah pada akhir Februari lalu, Iran memperketat akses di Selat Hormuz, menyebabkan ribuan awak kapal dan sekitar 1.500 kapal internasional tertahan di kawasan Teluk.


Dampak Global

Selat Hormuz merupakan jalur yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Akibat ketegangan ini, harga minyak dunia bergejolak sepanjang pekan terakhir karena kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *