Jakarta, 11 Maret 2026 – Harga emas di Indonesia pada perdagangan Rabu (11/3/2026) tercatat masih berada pada level tinggi. Logam mulia ukuran 1 gram dilaporkan berada di kisaran Rp3,1 juta per gram, mencerminkan tren kenaikan yang dipengaruhi kondisi pasar global.
Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional yang masih memengaruhi pasar komoditas. Kondisi tersebut membuat emas kembali dilirik sebagai instrumen investasi yang relatif aman oleh para investor.
Berdasarkan data pasar, harga emas perhiasan juga menunjukkan variasi cukup besar tergantung kadar karat serta kebijakan masing-masing penyedia. Untuk emas perhiasan 24 karat, harga tertinggi tercatat mencapai sekitar Rp2,6 juta per gram, sementara emas kadar lebih rendah seperti 9 karat berada di kisaran Rp866 ribu per gram.
Analis pasar menilai, fluktuasi harga emas dipengaruhi beberapa faktor utama seperti nilai tukar mata uang, kondisi ekonomi global, serta permintaan pasar domestik. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di beberapa kawasan juga ikut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas.
Di sisi lain, harga minyak dunia juga masih berada pada level relatif tinggi. Pada hari yang sama, minyak mentah Brent tercatat sekitar US$87,94 per barel, sedangkan WTI berada di kisaran US$83,86 per barel.
Pengamat ekonomi menyebut bahwa stabilitas harga komoditas global akan sangat menentukan pergerakan emas dalam beberapa waktu ke depan. Jika ketidakpastian global terus meningkat, harga emas berpotensi tetap bertahan di level tinggi.
Masyarakat yang ingin membeli atau menjual emas disarankan untuk terus memantau perkembangan harga pasar dan membandingkan harga dari beberapa penyedia sebelum melakukan transaksi.
