Libur Panjang Akhir Pekan, Pemerintah Waspadai Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Grant di Tengah Lonjakan Wisatawan

JAKARTA (27/12/2025) – Memasuki hari ketiga libur panjang Natal 2025 dan jelang Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata dilaporkan meningkat tajam pada Sabtu (27/12) pagi. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya pola siklon tropis yang memicu hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

Lonjakan Arus Wisata di “Long Weekend” Berdasarkan pantauan Korlantas Polri, volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju arah timur (Trans Jawa) dan selatan (Puncak/Bogor) masih menunjukkan tren tinggi sejak Jumat kemarin. Kombinasi libur nasional Natal (Kamis, 25/12) dan cuti bersama (Jumat, 26/12) menjadikan akhir pekan ini puncak mobilitas wisata sebelum perayaan malam tahun baru.

“Hari Sabtu ini diprediksi menjadi titik pertemuan antara arus wisatawan yang baru berangkat dan arus balik parsial bagi mereka yang merayakan Natal di kampung halaman. Kepadatan terpantau di Gerbang Tol Cikampek Utama dan jalur arteri menuju kawasan Puncak,” ujar juru bicara posko pemantauan Nataru, Sabtu pagi.

Ancaman Cuaca: Siklon Tropis Grant Di tengah euforia liburan, faktor cuaca menjadi sorotan utama. BMKG dalam rilis terbarunya pagi ini memperingatkan adanya dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Grant yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Fenomena ini memicu pembentukan awan hujan intensif.

“Kami mengimbau masyarakat yang sedang berlibur di alam terbuka, khususnya di wilayah pesisir barat Sumatera, Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Timur, untuk waspada. Potensi hujan lebat disertai angin kencang diprediksi terjadi sepanjang hari ini hingga esok (28/12),” ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Selain Jawa dan Sumatera, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Barat dan sebagian Sulawesi. BNPB telah menginstruksikan BPBD di daerah rawan bencana hidrometeorologi basah (banjir dan longsor) untuk siaga penuh, mengingat tanah di sejumlah daerah wisata pegunungan sudah jenuh air akibat hujan yang turun terus-menerus sejak pertengahan Desember.

Ekonomi Bergerak Positif Meski dibayangi cuaca ekstrem, perputaran ekonomi di momen Nataru 2025/2026 dinilai sangat positif. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan perputaran uang selama periode libur akhir tahun ini mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh pulihnya daya beli dan infrastruktur konektivitas yang semakin merata, termasuk akses tol baru di Sumatera dan Jawa.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan selama perjalanan libur akhir tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *