MEDAN (27/12/2025) – Akhir pekan terakhir di tahun 2025 menjadi momen puncak mobilitas masyarakat di Sumatera Utara. Tepat pada Sabtu (27/12), jalur wisata utama yang menghubungkan Kota Medan dengan dataran tinggi Karo dan Danau Toba mengalami lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan. Kombinasi antara wisatawan lokal yang menikmati sisa cuti bersama Natal serta pemudik yang bersiap menyambut Tahun Baru 2026, membuat Jalan Jamin Ginting—arteri utama lintas tengah Sumatera—dipadati ribuan kendaraan sejak dini hari.
Lautan Kendaraan di Jalur Arteri Berdasarkan pantauan tim redaksi di lapangan hingga pukul 15.00 WIB, kepadatan arus lalu lintas tidak hanya terjadi di pintu keluar Kota Medan, tetapi telah mengular mulai dari Simpang Pos, Padang Bulan. Titik kemacetan parah terpantau terjadi di kawasan Pasar Pancur Batu, di mana aktivitas pasar tumpah berbaur dengan tingginya volume kendaraan pribadi, bus pariwisata, dan sepeda motor.
Kasat Lantas Polrestabes Medan dalam keterangannya di Pos Pengamanan Green Hill Sibolangit menyebutkan bahwa volume kendaraan yang melintas hari ini meningkat lebih dari 45% dibandingkan akhir pekan biasa.
“Ini adalah puncak arus wisata gelombang pertama pasca-Natal. Kendaraan bergerak merayap dengan kecepatan rata-rata 10-20 km/jam di tanjakan Sembahe hingga Tikungan Tirtanadi. Kami memprediksi kepadatan ini akan bertahan hingga malam hari, mengingat banyak wisatawan yang mengejar waktu check-in hotel di Berastagi dan Parapat,” ujarnya. Pihak kepolisian juga telah memberlakukan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk melarang sementara truk bermuatan berat (Non-Sembako/BBM) melintas demi mengurai kemacetan di jalur sempit berkelok.
Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem Di tengah euforia liburan, faktor keselamatan akibat cuaca ekstrem menjadi sorotan utama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan telah merilis peringatan dini cuaca buruk yang berlaku untuk wilayah pegunungan Bukit Barisan, termasuk Kabupaten Karo, Dairi, Simalungun, dan Tapanuli Utara.
Sirkulasi angin yang membawa uap air dari Samudera Hindia menyebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang pada sore hingga malam hari ini. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengendara di jalur Medan-Berastagi yang dikenal memiliki topografi tebing curam dan rawan longsor.
“Jarak pandang di kawasan Penatapan dan Hutan Raya Tongkoh saat ini dilaporkan di bawah 50 meter akibat kabut tebal yang turun bersamaan dengan hujan gerimis. Kami meminta pengendara ekstra waspada terhadap jalan licin dan potensi material longsoran kecil di bahu jalan,” tulis peringatan resmi dari BPBD Sumatera Utara yang disebar siang ini. Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri dan beristirahat di Rest Area jika hujan turun terlalu deras.
Berkah Ekonomi Pariwisata Di sisi lain, “serbuan” wisatawan ini membawa angin segar bagi perekonomian daerah. Pelaku pariwisata di Tanah Karo dan kawasan Danau Toba melaporkan lonjakan pendapatan yang signifikan. Pasar Buah Berastagi terlihat sesak oleh pengunjung yang berburu oleh-oleh khas seperti jeruk, markisa, dan sayur-mayur segar.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara mengonfirmasi bahwa tingkat okupansi (hunian) hotel berbintang di Berastagi dan Parapat telah mencapai angka fantastis, yakni 95% hingga 100% untuk periode menginap 27-28 Desember 2025.
“Tahun ini pemulihan wisata sangat terasa. Hotel-hotel penuh, bahkan homestay dan vila-vila kecil di gang-gang sekitar Gundaling pun habis dipesan. Ini perputaran uang miliaran rupiah dalam satu akhir pekan yang sangat membantu ekonomi masyarakat lokal,” ungkapnya. Restoran dan kedai kopi di sepanjang jalur lintas juga terlihat dipenuhi pengunjung yang beristirahat, menciptakan efek berganda ekonomi yang positif.
Himbauan Bagi Wisatawan Menghadapi sisa hari libur ini, Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat untuk bijak dalam merencanakan perjalanan. Bagi warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak, disarankan untuk menghindari jam-jam puncak perjalanan atau memilih destinasi wisata alternatif di dalam kota untuk menghindari jebakan macet berjam-jam.
Bagi mereka yang sudah berada di jalur wisata, kesabaran dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas serta arahan petugas menjadi kunci keselamatan. “Nikmati liburan, tapi jangan abaikan keselamatan. Pastikan kendaraan laik jalan, rem berfungsi baik, dan selalu pantau info cuaca,” tutup himbauan tersebut.
Malam ini diprediksi arus lalu lintas masih akan padat dengan datangnya gelombang wisatawan yang memilih perjalanan malam untuk menghindari panas, namun tantangan jarak pandang dan jalan licin tetap harus diwaspadai.
(Tim Peliputan Daerah Sumut)
